Mengenal Pupuk

 

PUPUK BERDASARKAN RAGAM UNSUR HARA

Adi Sudarmaji

18/430511/PN/15828


Pupuk merupakan bahan yang memiliki kandungan unsur-unsur hara penting bagi tanaman agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman antara lain N, P, K, Mn, Cu, Zn dan lain-lain. Saat ini banyak sekali petani yang bergantung pada pupuk karena umumnya tanaman kurang tumbuh baik apabila lahan yang akan ditanam merupakan lahan yang sudah dikelola bertahun-tahun.

Hal ini dapat disebabkan oleh diserapnya unsur hara penting oleh tanaman sebelumnya. Menurut Balaittanah (2015) berdasarkan ragam haranya  pupuk buatan dibedakan atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal merupakan jenis pupuk yang  mengandung satu macam unsur hara, misalnya pupuk N (nitrogen), pupuk P (fosfat), atau pupuk K (kalium) Pupuk tunggal yang mengandung unsur N dikenal pupuk urea, ZA (zvavelvuure ammonium) biasa disebut  ammonium sulfat. Pupuk yang mengandung unsur P yaitu TSP (triple superphosfat) dan SP-36. Pupuk tunggal tersebut sudah ditetapkan SNI-nya. Suatu pupuk disebut urea bila kandungan Nitrogen dalam pupuk tersebut sekitar 45-46% N, bila pupuk nitrogen lain yang mengandung N selain 45-46% N tidak bisa disebut urea. Contoh lain adalah SP-36 adalah pupuk P yang kandungan P2O5 sebesar 36%. Pupuk yang mengandung unsur K ialah pupuk KCl, K2SO4 (ZK). Pupuk buatan yang mengandung lebih dari satu unsur hara disebut pupuk majemuk, misalnya pupuk NP, NK, dan NPK. Pupuk NP adalah pupuk yang mengandung unsur N dan P. Pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur 3 hara yaitu N, P, dan K. Perbandingan kandungan hara dalam setiap pupuk majemuk berbeda-beda. Pada kesempatan ini saya mengunjungi toko trisna adi jaya tani yang terletak di Yosodadi, Kota Metro, Lampung dengan narasumber atau pemilik tokonya Ibu Sri Suteki. Hasil wawancara yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :


A. Pupuk Majemuk

 1. Pupuk Sakaprill

 

Kandungan : N - Nitrat 13%, K2O 46%

Bentuk/warna : prill (butiran padat)/Putih

Untuk tanaman, dan Kegunaan : padi dan jagung namun bisa juga diaplikasikan ke semua tanaman, kegunaannya untuk meniningkatkan penyerapan unsur hara khususnya nitrogen dan kalsium, tanaman lebih sehat dan kokoh, mencegah kerebahan pada tanaman padi dan jagung, mempercepat proses metabolisme makanan, mempercepat masa panen, meningkatkan bobot buah, dan meningkatkan kualitas serta kuantitas panen.

Cara Aplikasi : Cara aplikasi pupuk ini dapat dilakukan dengan ditaburkan, jumlahnya sesuai jenis tanaman dan juga luas lahan, Pupuk sakapril ini juga dapat diaplikasikan melalui penyemprotan denggan mencampur pupuk dengan air.

 

2. Pupuk Gandasil D

Kandungan : Nitrogen 20%, Fosfor 15%, Kalium 15%, Magnesium 1% Unsur dan Senyawa tambahan (Mangan (Mn), Boron (B), Tembaga (Cu), Kobalt (Co), Seng (Zn), dan yang lainnya).

Bentuk/warna : Butiran/Hijau

Untuk tanaman, dan Kegunaan : Semua tanaman, kegunaannya adalah membentuk tunas baru, membantu dalam pembentukan daun, daun akan terlebih sehat, lebar dan hijau serta mengurangi kebutuhan pupuk akar.

Cara Aplikasi :

Dalam mengaplikasikan Gandasil D sangat mudah yaitu hanya perlu dilarutkan pada air dan disemprotkan secara merata ke tanaman. Pada kemasan gandasil di rekomendasikan dosis untuk setiap aplikasi dengan menggunakan tangki berukuran 14 liter yaitu 20-30 gram. Interval penyemprotan pupuk ini ± 7-10 hari sekali.

 

3. Pupuk Mikrosil

Kandungan : Zn 0,64%, B 0,29%, Pb <0,1 ppm, Cd 0,2 ppm, As 0,71 ppm, Hg <0,01 ppm, Moisture Content 4,16%

Bentuk/warna : Tepung/ abu-abu

Untuk tanaman, dan Kegunaan : Hortikultira, kegunaannya adalah meningkatkan produktivitas tanaman, meningkatkan kualitas atau mutu hasil panen, mempercepar pembungaan atau pembuahan.

Cara Aplikasi : Mencampurkan 1kg pupuk mikrosil dengan 33 kg pupuk makro seperti ZA, TSP, atau NPK. Kemudian ditaburkan pada saat pemupukan pertama dan kedua.

 

4. Pupuk NPK YaraMila unik

Kandungan : N 16%, Phosphat 16%, Kalium 16%

Bentuk/warna : prill (butiran padat)/Putih

Untuk tanaman, dan Kegunaan : Semua jenis tanaman, Kegunaannya adalah untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan produktivitas tanaman baik buah maupun umbi, serta meningkatkan rasa, warna, kesegaran, dan daya simpan buah atau umbi.

Cara Aplikasi : Diaplikasikan dapat dengan cara disebarkan atau ditanamkan disekitar akar tanaman namun tidak terlalu dekat pada batang dan secukupnya. Misalnya kebutuhan untuk tanaman jagung 1 ha adalah 300 kg pupuk NPK.

 

B. Pupuk Tunggal

1. Pupuk Nitrea

Kandungan : N 46%

Bentuk/warna : Prill/ Putih

Untuk tanaman, dan Kegunaan : Semua jenis tanaman, kegunaan membuat tanaman lebih hijau dan segar, mempercepat proses pertumbuhan dan menambahkan nutrisi protein untuk tanaman.

Cara Aplikasi : bergantung pada tanamannya. Contoh jika pada padi biasanya ditebarkan sebanyak 50 kg saat 7 HST, kemudian ditebarkan kembali sebanyak 50 kg saat 21 HST , dan ditaburkan kembali sebanyak 100kg saat 35 HST.

 

2. Pupuk Fertiphos

Kandungan : P2O5 20% MgO 3% S 1% B2O3 0.2% CaO 20%

Bentuk/warna : Prill (Butiran)/ Abu-abu

Untuk tanaman, dan Kegunaan : Padi, Jagung, Tanaman Hortikultura, Perkebunan.

Cara Aplikasi : Pupuk Phosphat digunakan dengan cara ditaburkan. Dosis pemupukan biasanya disesuaikan dengan tanaman budidaya.  Pupuk Phospat ditabur dengan jarak 25 cm dari pangkal batangnya untuk 1 hektare tanaman padi kurang lebih membuntuhkan sebanyak 150 Kg.

 3. Pupuk KCl

Kandungan : Uncoated KCl 95-99,5%, Nacl 0,5-5%, K2O 60%

Bentuk/warna : Butiran Padat/ Putih kemerahan

Untuk tanaman, dan Kegunaan : Untuk tanaman buah dan hortikultura, kegunaannya adalah untuk memperkuat batang tanaman,meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit,  serta mencegah agar daun, bunga dan  

 buah rontok.

Cara Aplikasi : Kcl dapat digunakan dengan cara ditaburkan atau dlarutkan dalam air. Untuk tanaman padi membutuhkan sebanyak 100kg/ha. Tanaman cabai, tomat, bawang merah membutuhkan sebanyak 225 kg/ha.

 

C. Pupuk alternatif atau pembenah tanah

1. EM4 Pertanian

 Kandungan : Bakteri Fermentasi Lactobacillus dan Saccharomyces

Bentuk/warna : Cair/cokelat

Untuk tanaman, dan Kegunaan : Semua tanaman, memperbaiki sifat fisik tanah, kimia, dan biologi tanah, meningkatkan produksi tanaman, menjaga kestabilan produksi, menyediakan unsurhara tanah, serta memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah

Cara Aplikasi : Dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 liter EM4 untuk 1 ton pupuk kandang. Kemudian pupuk kandang yang telah difermentasi. Setelah pupuk siap maka dibutuhkan  sebanyak 3 ton pupuk kompos untuk 1 ha tanaman padi.

 

 

Daftar Pustaka

Balittanah. 2015. Pengertian Pupuk.  http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index .php/en/berita-terbaru-topmenu-58/1059-. Diakses pada 13 Oktober 2020

 

 

 

Comments