PROBLEMATIKA KESUBURAN TANAH DI SEKITAR TEMPAT TINGGAL
[LAPORAN PRAKTIKUM ACARA 5 “PROBLEMATIKA KESUBURAN TANAH DI SEKITAR TEMPAT TINGGAL”]
ADI SUDARMAJI
18/430511/PN/15828
Pada Hari Minggu, 27 September 2020 di daerah 21D, Kelurahan Yosodadi, Kota Metro, Lampung telah dilakukan wawancara dengan Ibu Safitri yang berusia 38 tahun. Ibu Safitri merupakan Ibu Rumah Tangga yang mengisi waktu luangnya menanam sayuran di pekarangan rumahnya. Selain untuk mengisi waktu luang, menanam sayur ini dapat menjadi tambahan sumber penghasilan untuk keluarga. Lokasi di daerah 21D adalah dataran rendah dan topografinya adalah datar. Komoditas yang ditanam Ibu Safitri adalah Kangkung varietas bika.
Petak Kangkung yang dibuat berukuran 15 meter x 1 meter. Ibu Safitri menceritakan bahwa dalam budidaya kangkung ada tanaman kangkung yang tumbuhnya tidak baik dibeberapa petaknya padahal beliau sudah menyiramnya dengan pupuk. Hal tersebut dapat disebabkan beberapa faktor diantaranya adalah adanya serangan OPT, faktor kualitas benih, dan faktor kesuburan tanah. Serangan OPT pada tanaman kangkung menurut Ibu Safitri adalah adannya jamur hal tersebut sudah diatasi dengan pemberian fungsida. Dalam memilih benih Ibu Safitri sudah memilih benih yang baik yakni sudah mendapatkan izin dari deptan namun tetap saja masih ada tanaman yang tumbuh tidak maksimal. Kesuburan tanah adalah faktor yang sangat mungkin berpengaruh dalam pertumbuhan kangkung. Topografi tempat budidaya mungkin menjadi salah faktor dalam kesuburan tanah, menurut Handayanto et al. (2017) Topografi memperngaruhi kesuburan tanah melalui pengaruhnya terhadap drainase, limpasan permukaan, erosi tanah dan iklim mikro.
Penggunaan pupuk kandang yang diaplikasikan bersamaan dengan pengolahan tanah dapat memperbaiki lingkungan tanah sehingga mampu memberikan suplay unsur hara makro dan mikro bahkan hormon tumbuh dari golongan auksin, sitokinin yang dapat memperbaiki kesuburan tanah dalam meningkatkan produksi tanaman (Purba et al.,2018). Tanah yang baik dalam berbudidaya adalah tanah yang dapat mensuplay unsur hara kepada tanaman. Faktor yang menyebabkan tanaman kangkung tidak tumbuh dengan baik dapat berupa unsur hara yang kurang terpenuhi.
Pengolahan tanah juga dapat berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah merupakan teknik memanipulasi tanah dengan tujuan tercipta suatu keadaan yang baik untuk pertumbuhan tanaman, menyiapkan kondisi keseimbangan air dan udara dalam tanah, merubah kapasitas tanah agar dapat menahan air, membenamkan bahan organik, pupuk kedalam tanah dan memberantas gulma (Birnadi, 2014). Pengolahan tanah yang baik dapat memberikan potensi meningkatkan hasil panen yang lebih baik (Kiboi et al., 2019). Pengolahan tanah yang baik umumnya dilakukan hingga kedalam 20-30 cm. Dengan demikian diharapkan apabila Ibu Safitri melakukan perlakuan-perlakuan tersebut maka tanah akan menjadi lebih subur dan diharapkan tanaman kangkung akan tumbuh lebih baik serta hasil panen akan meningkat.
DOKUMENTASI
LAMPIRAN BORANG
Borang Acara 5 KPKT Adi Sudarmaji
DAFTAR PUSTAKA
Birnadi, S.B. 2014. Pengaruh pengolahan tanah dan pupuk organik bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max L.) kultivar Wilis. Jurnal Istek, 8(1) : 29-46.
Handayanto, E., Muddarisna, N., & Fiqri, A. 2017. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Brawijaya Press. Malang
Kiboi, M. N., Ngetich, K. F., Fliessbach, A., Muriuki, A., & Mugendi, D. N. 2019. Soil fertility inputs and tillage influence on maize crop performance and soil water content in the Central Highlands of Kenya. Agricultural Water Management, 217 : 316–331.
Purba, J.H., Parmila, I.P. and Sari, K.K. 2018. Pengaruh pupuk kandang sapi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L. Merrill) varietas edamame. Agro Bali, 1(2) : 69-81.




Comments
Post a Comment